AKSI UNJUK RASA EVALUASI 2 TAHUN KABINET INDONESIA MAJU

Written by on 29 Oktober 2021

Bandung- Aksi unjuk rasa mahasiswa terhadap kinerja dua tahun kabinet Indonesia Maju yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Barat, Kamis (28/10/21).

Aksi unjuk rasa dengan tajuk “Evaluasi 2 Tahun Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin”, merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa yang sebelumnya telah dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2021. Dalam unjuk rasa kali ini terdapat 10 tuntutan yang ditujukan atas kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin setelah memimpin kabinet Indonesia Maju sejak tanggal 23 Oktober 2019.

Adapun 10 tuntutan yang dibawakan diantaranya yakni :

  1. Jamin kebebasan akademik, Biaya pendidikan yang berkeadilan, Pendidikan aman dari Kekerasan Seksual serta Tegakan marwah akademik.
  2. Percepat pemulihan ekonomi dengan prioritas komitmen kesejahteraan rakyat.
  3. Cabut Revisi UU KPK, UU Minerba, UU Cipta Kerja dan segala aturan turunannya.
  4. Revisi pasal-pasal bermasalah UU ITE yang mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi.
  5. Tuntaskan pelanggaran berat HAM, berkomitmen, melindungi, dan menghormati Hak Asasi Manusia.
  6. Hentikan segala bentuk pembungkaman demokrasi dan jamin kebebasan sipil.
  7. Penuhi Hak-hak Tenaga Kesehatan dan Tuntaskan penanganan pandemi serta permasalahan kesehatan lainnya.
  8. Hentikan segala bentuk Proyek Strategis Nasional yang bermasalah.
  9. Deklarasikan Darurat Iklim dan Wujudkan Reforma Agraria Sejati
  10. Evaluasi total kabinet Indonesia Maju.

 

Berdasarkan keterangan dari Naufal Syihab, Presiden Mahasiswa Telkom University, sebelumnya pada tanggal 21 sudah dilakukan dialog bersama DPRD Komisi 1, 4 dan 5 untuk menunjukan draft tuntutan dan tuntutan tersebut telah ditandatangani. Disebutkan pula bahwa komisi 1, 4 dan 5 berjanji bahwa draft tuntutan tersebut akan ditandatangani juga oleh ketua DPRD dan gubernur Jawa Barat untuk kemudian akan diteruskan kepada Menteri Sekretaris Negara dan diteruskan ke pemerintah pusat.

Agenda unjuk rasa tanggal 28 Oktober kemarin, BEM Kema Tel-U bersama aliansi BEM SI Jabar melakukan follow up draft tuntutan yang sudah diajukan pada aksi pertama yakni di tanggal 21 Oktober 2021. Adapun alasan aksi kedua ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober adalah karena bertepatan dengan momentum peringatan sumpah pemuda.

Setelah dilakukan pencarian informasi lebih lanjut, draft tuntutan yang diajukan sudah ditandatangani oleh ketua DPRD dan gubernur Jawa Barat juga telah dikirimkan kepada pemerintah pusat sedangkan untuk hasilnya masih belum belum diketahui. (MRF/RFS/TZL)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track
Title
Artist

Background